EGGHEAD

3 min

Fenomena Foreign Branding baru-baru ini menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat diikuti dengan tagar #ikutandukunglokal di Twitter. Sebelum membahas lebih lanjut tentang fenomena ini, sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan istilah Foreign Branding? Dilansir dari buku yang  berjudul Foreign Branding and Its Effects on Product Perceptions and Attitude karya Frans Lecerc, Bernd H Schmitt, dan Laurette Dube, Foreign Branding merupakan strategi pemberian nama brand dengan pengejaan atau pengucapan bahasa asing tertentu yang bertujuan untuk meningkatkan image dan persepsi customers pada brand.

Faktanya, pemilihan nama bernuansa asing ini ternyata cukup banyak diterapkan oleh brand lokal di Indonesia. Adanya penerapan strategi ini besar dipengaruhi oleh stigma mayoritas masyarakat Indonesia yang masih menganggap bahwa brand luar memiliki kualitas lebih tinggi dan premium. Sebagai dampaknya, masyarakat tanah air kerap salah kaprah menganggap beberapa produk-produk lokal sebagai produk buatan luar. Padahal, produk-produk yang dimaksud sebenarnya merupakan asli buatan Indonesia yang nggak kalah bagus dan mampu bersaing dengan brand yang sudah mendunia, lho!  Biar nggak keliru lagi, yuk simak deretan brand lokal apa saja yang sering dikira buatan luar negeri:

Hoka Hoka Bento

Nama Hoka Hoka Bento atau biasa disingkat HokBen diambil dari bahasa Jepang yang berarti “makanan hangat dalam kotak”. Dengan nuansa bergaya Jepang, HokBen sering dianggap sebagai brand restoran yang asli berasal dari Jepang. Padahal, gerai pertama Hokben didirikan di Jakarta Pusat pada tahun 1985 dibawah naungan PT Eka Bogainti. Hingga saat ini, HokBen sudah memiliki lebih dari 170 gerai yang tersebar di pulau Jawa, Bali, dan Sumatera. 

La Fonte

Bagi para pecinta pasta, pasti sudah nggak asing lagi dengan brand pasta yang satu ini, yaitu La Fonte. Brand ini merupakan brand asli Indonesia dengan penamaan khas Italia yang dipasarkan sejak tahun 1991 dibawah PT Bogasari. Selain disukai oleh kalangan masyarakat Indonesia, La Fonte juga sudah diekspor ke berbagai negara terutama di wilayah Asia, seperti Malaysia, Korea, Thailand, dan Hongkong.

Equil

Menghiasi meja makan restoran fine dining, hotel bintang lima, atau jamuan Istana Negara, Equil adalah brand air mineral alami asli Indonesia yang identik dengan kesan eksklusif dan premium. Berawal dari melihat potensi air mineral murni yang masih terbuka lebar pada tahun 1997, Morgen Sutanto, pendiri PT Equilindo Lestari, menghadirkan Equil pada tahun 1998 dan terus menjaga eksistensinya hingga saat ini.

Terry Palmer

Walaupun memiliki nama yang terkesan kebarat-baratan, Terry Palmer merupakan produk handuk asli Indonesia dibawah PT Indah Jaya yang berpusat di Tangerang, Banten. Melalui proses yang terkontrol dengan baik, Terry Palmer berhasil menghadirkan produk handuk yang dikenal sangat lembut dan berkualitas. Hal ini dibuktikan dengan terpilihnya Terry Palmer sebagai produsen handuk terbesar di Asia Tenggara dan memperluas sayapnya di pasar ekspor, seperti Jepang, Amerika, dan Eropa.

Selain brand yang disebutkan diatas, ada beberapa brand lain yang juga sering dianggap sebagai buatan luar negeri, seperti Silver Queen, J.Co Donut and Coffee, CFC, Excelso, Eiger, The Executive, dan lain sebagainya. Hal ini menunjukan suksesnya deretan brand lokal ini dalam menerapkan strategi Foreign Branding untuk mengembangkan bisnisnya. Selain itu, cukup banyaknya penerapan strategi ini juga membuktikan bahwa konsumen memandang brand sebagai bagian penting dari produk dan dapat menambah nilainya.

Bagaimana menurutmu? Brand lokal apa lagi yang sering dikira sebagai brand luar?