Apakah membangun citra itu penting? Kalau iya, bagaimana citra yang ingin dan sebaiknya dibangun?
Ketika dihadapkan dengan pertanyaan tersebut, mungkin jawaban yang sering terdengar adalah “masih belum terpikirkan”, “bingung harus menjawab apa”, atau “tidak tahu caranya”. Padahal, kemampuan mengetahui “kita dikenal sebagai apa” atau yang lebih familiar sebagai istilah personal branding ternyata cukup penting untuk dikuasai dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebelum membahas lebih dalam, sebenarnya apa makna dari personal branding sendiri?
Personal branding bisa diartikan sebagai upaya seorang individu membentuk citra diri, dengan memasarkan karier, pengalaman, dan juga dirinya sendiri sebagai sebuah brand. Dalam dunia bisnis, personal branding sangat diperlukan dan memiliki pengaruh signifikan dalam perkembangan bisnis seseorang.
Dikutip dari buku Sharing-mu, Personal Branding-Mu (2017) karya Muhammad Fadhol Tomimy, personal branding bertujuan untuk memikat serta membangun kepercayaan orang lain terhadap diri individu tersebut.
Dengan personal branding, seseorang dapat menunjukkan identitas dan kemampuannya yang unggul dan menunjukkan ciri khas yang menjadi pembedanya dari 7 milyar individu lainnya di dunia ini. Intinya, personal branding berbicara mengenai bagaimana setiap individu mempromosikan dirinya di hadapan publik. Secara umum, terdapat 4 langkah penting dalam membangun personal branding:
Langkah pertama dalam membangun personal branding adalah mengenali diri sendiri. Hal ini sangat krusial karena melalui pengenalan lebih dalam tentang diri sendiri, seseorang akan memiliki gambaran besar mengenai personal branding seperti apa yang ingin dibangun. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui apa saja kelebihan dan kekurangan serta kemampuan dan keunikan yang dimiliki, bagaimana cara bersikap terhadap orang lain, dan sebagainya.
Langkah selanjutnya adalah menentukan tujuan dari personal branding. Artinya, personal branding harus disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai – dua individu dengan tujuan yang berbeda tidak bisa menerapkan personal branding yang sama. Dengan begitu, setiap individu bisa menentukan strategi masing-masing untuk membentuk persepsi publik akan dirinya ke arah yang diinginkan.
Dalam upaya membangun personal branding yang diinginkan, diperlukan proses dan waktu yang tidak sebentar. Terkait hal ini, konsistensi dan kesabaran akan prosesnya sangatlah dibutuhkan. Dengan terus menjaga konsistensi, seseorang akan lebih mudah dikenal sebagai sosok pribadi sesuai dengan tujuan personal branding yang telah ditetapkan.
Langkah terakhir yang dapat diterapkan adalah memperluas relasi dan network yang dimiliki secara tepat. Ketika seseorang memperluas personal brandingnya di lingkungan yang tepat, maka lingkungan tersebut akan membantu memperkuat personal branding yang sedang dibangun. Disamping itu, semakin luas koneksi seseorang, semakin banyak juga sudut pandang, insights, dan feedback yang didapatkan seseorang untuk membangun personal branding kearah yang lebih baik lagi.
Berdasarkan penjelasan diatas, penerapan personal branding menjadi hal yang penting untuk dilakukan dalam berbagai aspek kehidupan seseorang. Dalam praktiknya, personal branding tidak dapat dibangun dalam satu hari dan memerlukan proses berkelanjutan yang tidak selalu mudah. Walaupun demikian, terciptanya pondasi personal branding yang tepat secara tidak langsung dapat membantu seseorang dalam mencapai tujuannya, baik secara individu maupun dalam membangun bisnis.